Rabu, 16 Maret 2016

OPINI MAHASISWA PENINGKATAN GAJI ATAU FASILITAS SEORANG PENYELENGGARA NEGARA TERHADAP PENCEGAHAN MELAKUKAN PERBUATAN KORUPSI

Tulisan ini adalah sedikit opini saya mengenai judul besar yang telah tertulis, semoga bermanfaat :) yang copy paste untuk mempergunakan tulisan ini, harap meninggalkan pesan, kesan, kritik, saran ataupun sedikit komentar membangun. Terimakasih.


PENINGKATAN GAJI ATAU FASILITAS SEORANG PENYELENGGARA NEGARA TERHADAP PENCEGAHAN MELAKUKAN PERBUATAN KORUPSI



Peningkatan gaji atau fasilitas seseorang penyelenggara Negara untuk mencegahnya melakukan perbuatan korupsi tidak berdampak besar untuk mencegah suatu oknum melakukan perbuatan korupsi bahkan nyaris tidak ada pengaruhnya sama sekali. Hal ini disebabkan karena meningkatkan gaji atau memberi fasilitas kepada penyelenggara Negara hanya akan mencegah perilaku korupsi kepada oknum yang secara spesifik “kebutuhan hidupnya mendesak dan penghasilan yang kurang mencukupi”.  
Sementara itu, terdapat dua faktor yang mempengaruhi penyebab korupsi yaitu faktor internal yang berada dalam diri pelaku dan faktor eksternal atau faktor dukungan dari luar. Sedangkan, “kebutuhan hidupnya mendesak dan penghasilan yang kurang mencukupi” hanya dua dari 7 faktor internal yang dapat menyebabkan korupsi dan faktor eksternal yang berasal dari dorongan luar atau lingkungan.
Upaya pencegahan korupsi dari faktor internal atau dari faktor dalam diri seseorang itu sendiri berasal dari aspek perilaku individu dan dan aspek sosial. Untuk pencegahan dari aspek perilaku individu yang dapat mengubahnya adalah individu itu sendiri yaitu dengan cara tidak bersifat tamak atau rakus, sikap atau moral yang kuat yang biasanya di bangun dalam keluarga sejak masih anak-anak, penghasilan yang mencukupi agar kesejahteraan ekonomi dapat tercukupi sehingga tidak adanya kebutuhan hidup yang mendesak, gaya hidup yang tidak konsumtif  atau menanamkan sikap yang sederhana, tidak bersikap malas dan tidak mau bekerja dan yang terpenting adalah penanaman ajaran agama pada setiap individu karena semua agama melarang untuk berbuat perbuatan tidak baik dan tercela. Kemudian faktor internal dari aspek sosial, perilaku korup dapat terjadi karena dorongan keluarga oleh karena itu, pendidikan, sikap, moral dan karakter dari keluarga itu sendiri seharusnya mendidik dan mencerminkan keluarga yang baik senantiasa bersikap jujur.
Upaya pencegahan korupsi dari faktor ekternal atau faktor dari luar yang berasal dari situasi dari lingkungan yang mendukung seseorang untuk melakukan korupsi. Faktor eksternal ini dapat dicegah dari beberapa aspek, yang pertama aspek organisasi dapat di cegah dengan cara; manajemen yang baik sehingga tidak memberika paluang untuk melakukan korupsi, kultur organisasi yang baik, kuatnya controlling atau pengendalian dan pengawasan ,peningkatan transportasi pengelolaan keuangan  sehingga setiap anggota organisasi sesuai tugas pokok dan fungsinya masing-masing dapat ikut bertanggung jawab dalam penggunaan anggaran sesuai perencanaan yang telah disusun. Kemudian dari aspek ekonomi menghindari gaya hidup yang konsumtif adalah sikap merusak yang dapat mendorong seseorang menilai segala sesuatu dengan uang. Lalu aspek politik atau tekanan kelompok, biasanya korupsi juga bisa terjadi karena tekanan pimpinan atau rekan kerja yang juga terlibat, keadaan ini dapat di cegah dengan cara memilih ketua atau pimpinan yang tepat di kancah politik, pilihlah pemimpin yang jujur dan adil, pemimpin yang jujur dan adil dipilih dari rakyatnya dengan jujur dan adil pula. Kemudian dari segi aspek hukum korupsi dapat di cegah dengan membuat aturan hukum yang tidak diskriminatif, sepihak, dan tak adil, hukum harus jelas dan transparan mengungkapkan bukti-bukti yang benar dan yang salah bukan karena tuntutan apapun.

Korupsi masih terjadi secara massif dan sistematis, menyebar secara vertical dan horizontal. Praktiknya bisa berlangsung dimanapun, di lembaga Negara, lembaga privat, hingga di kehidupan sehari-hari. Korupsi dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal, untuk mencegah perilaku korup yang ada di masyarakat maka alangkah baiknya jika pemberantasan korupsi tersebut dapat dilakukan di dalam diri setiap individu maupun di dalam lingkungan penyerta mengingat manusia sebagai makhluk sosial.



Jumat, 18 September 2015

Assalamualaikum mas :')





Mas.. maaf sebelumnya, mungkin kegelisahanku mengganggumu. Kita? Ya kamu dan aku, entah dengan cara apa Tuhan mengenalkanmu padaku. Dari waktu, aku lupa tentang jarak, rupa dan keberadaan. Dan memang  bukan hanya aku yang kamu kenal sebelumnya. Aku yang wujudnya tak pernah datang dalam puluhan meter saja. Tapi ketahuilah mengenai tulisan ini, karena banyak yang ingin aku sampaikan.
Maaf, aku lupa pribadiku adalah hawa yang keturunannya bukan aku saja. Dan begitu pula rasa, pastilah ada kesamaan juga. Mas, aku sering diam-diam menjadi stalker kamu, sebatas mencari kabar atau pun hanya ingin tau. Waktu itu, aku melihat siapa saja yang aktif memberikan reaksi kepada postingan kamu di salah satu sosmed. Aku penasaran, lalu aku tambahkan menjadi teman. Namun responnya menarik sekali, belum sampai menit permintaan pertemananku di tanggapi. Aku senang, wah mbaknya ramah.. namun seiring perbincangan ada hal-hal yang lama lama membuat aku ragu. Jawabannya seolah dia kesal atau tiba-tiba menjadi jutek. Aku penasaran, selalu aku stalking dia namun sikapnya seperti ada sesuatu terhadapku. Aneh, dia mulai menunjukan sikap labil, mulai dari memprivasikan akun, menggati foto dengan quote galau, menyukai otomatis mengshare hal-hal galau sampai kemudian mengganti foto menjadi tak berjilbab namun sekarang sudah diganti kembali. Astagfirulloh.. ini membuatku sedih. Walaupun dia bukan aku, tetapi aku merasakan di posisi seperti dia juga dan posisi dimana menjadi aku sekarang. Sungguh, bukan maksud aku apa, aku cuma ingin berteman baik dengannya, tapi lagi-lagi aku sering kali sesak,Berkali-kali “maaf” yang aku ucap di perbincangan kami. Apalagi tadi pagi, aku tidak sengaja mengintip profil dia lalu karena terburu buru apel, tombol touch yang tertekan sehingga menyebabkan timbulnya percakapan lagi. Dan berakhir begitu lagi, “maaf” lagi.. yang sepertinya tidak di indahkan oleh dia mas, sesak sekali rasanya.  Kembali lagi menghela napas, untungnya aku menjawab chat setelah selesai uts hari ini, masih bersyukur tidak mengganggu ketenangan  uts tadi. Ternyata pura-pura tidak tau itu sakit ya mas J.
Aku tidak tau apa reaksimu membaca tulisan ini mas. Mungkin aku akan malu-malu, atau aku lupakan pernah memposting ini. Rasanya takut sekali menceritakan ini, takut mengganggu kesibukannmu padahal ini dari sebelum kamu ukom mas. Kamu tau, malam yang aku terbangun dari tidur waktu itu dan sewaktu aku membuat status di bbm “ya Allah mudahkanlah :’) ”, aku kira kamu belum tidur, tenang sekali rasanya ketika kamu tiba-tiba muncul di chatku waktu itu. Untung saja aku punya Tuhan yang selalu mendengarkan ku bercerita dan menampung doa-doaku. Jarang sekali aku bercerita kepada Sang Wahab mengenai laki-laki apalagi bukan dari keluargaku, seperti sesuatu yang mustahil, namun kembali lagi aku meminta kemudahan dalam urusan dunia dan akhirat, urusanku, urusanmu, urusan itu, dan yang sekarang.

Mas, aku lupa apa lagi harus aku ceritakan sekarang. Maaf mas, aku tidak pernah memaksamu membaca tulisan ini. Aku minta maaf belum berani bercerita semuanya. Terimakasih mas, senang bisa mengenalmu. Aku pribadi yang lugu untuk soal perasaan, hal yang selalu aku ragu-ragukan. Mendekatinya saja sudah membuatku sakit J. Tetapi Allah S.W.T tidak menyukai orang-orang yang mudah putus asa. Aku sangat menyantuni agamaku, apalagi perihal mulainya hidup, umur, jodoh dan segala sebab-akibat di bumi aku kembalikan pada-Nya. Tetap bersabar. Bismillah..


Bkl, 17-09'15 , 11.20 PM

Rabu, 16 September 2015

LAPORAN KEGIATAN DIVISI JURNALISTIK PERIODE BULAN FEBRUARI-JULI 2015

LAPORAN KEGIATAN DIVISI JURNALISTIK
PERIODE BULAN FEBRUARI-JULI 2015


Penanggung jawab/Coordinator : Eka Ratna Sari
Anggota/Staff                                :  1. Rin Arlita
                                                            2. Mutmainah           

1.                  Acara                           : Mem-Postingkan hasil kegiatan pada blog DIV Bidan Poltekkes Kemenkes Bengkulu
Tanggal                        : 15 Februari 2015
Bukti kegiatan             :






2.                  Acara                           : Mem-Postingkan hasil kegiatan pada blog DIV Bidan Poltekkes Kemenkes Bengkulu
Tanggal                        : 18 Februari 2015
Bukti kegiatan             :

3.                  Acara                            : Dokumentasi Kegiatan “Woman’s Day”, isi acara; Pentas Seni, Pemilihan Duta Kebidanan, Pemilihan Dosen Ambassasor Gold Woman
Tanggal                        : 3 Maret 2015
Bukti kegiatan             :












4.                  Acara                           : Mem-Postingkan hasil kegiatan pada blog DIV Bidan Poltekkes Kemenkes Bengkulu
Tanggal                        : 14 Maret 2015 (Late Post)
Bukti kegiatan             :

5.                  Acara                           : Dokumentasi Serangkaian Macam-Macam Lomba Dies Natalis ke-XIV
Tanggal                        :9 April 2015-selesai
Bukti kegiatan             :

















6.                  Acara                           : Dokumentasi Pelaksanaan FGD
Tanggal                        :21 April 2015
Bukti kegiatan             :

7.                  Acara                           : Dokumentasi Acara Safari KB di Sport Center Bengkulu
Tanggal                        : 09 Juni 2015
Bukti kegiatan             :





8.                  Acara                           : Dokumentasi Pelaksanaan PPS DIV Kebidanan Angkata III (Kegiatan Belum Memasuki Kalender Akademik 2015/2016)
Tanggal                        : 30 Juli 2015
Bukti kegiatan             :





Rabu, 05 Agustus 2015

Detak di Detik Pertama (Poetry)

Detak di Detik Pertama
Oleh Eka Ratna Sari

Asaku merekah pujangga
Menyulam puisi dari bahasa
Tatkala kata ungkapkan rasa
Masih tentang tama yang Pratama
Atas bara yang sama

"Tak..." bisa jemari menge-"Tik…" padaNya
Memilih Tak atau Tik dalam surga bersama
Layaknya temu dari taktik kuasa

Berdegub jantung sang hawa
Satu saf berjalan di belakang imamnya
Mengisahkan sebuah syair legenda
Ketika detak di detik pertama

Bengkulu, 04/08'15

Danke fแนปr ; AP–Bandar Lampung

Kamis, 11 Juni 2015

Seperti Benang Ini (puisi)


Seperti Benang Ini
Oleh Eka Ratna Sari


Sudah lama, beliau tak kunjung lurus
Mata pun “cuih” malas meratapinya
Meskipun tetap kusut
Seperti inilah, seperti ini saja

Mereka hanya takut
Takut rapuh..
Belum sempat jua terlepas dari simpulnya
Seperti inilah, seperti ini saja

Cuma melihat saja?
Tak mampu luruskah kakanda?
Sama saja..
Di sini aku atas nama “saya”
Tertanda ingin mengubahnya

Ternyata saja..
Seperti inilah, seperti ini saja
Tak dapat berubah
Sebab adinda_

Bengkulu, 24 Januari 2015


Profil penulis :
          Eka Ratna Sari , lahir di Metro 21 Januari 1995. Alumni SMPN2 dan SMAN 2 Kota Bengkulu. Sekarang berkuliah di Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Bengkulu Jurusan DIV Kebidanan. Akun Twitter @ekaratna_s dan blog ekars21.blogspot.com. e mail: ekars21@gmail.com.






Rabu, 10 Juni 2015

Salam Cerita Hijrah

Salam Cerita Hijrah
Oleh Eka Ratna Sari


Salam untuk Tuan pangkuan alam
Sebelum benda ini mulai tergaris
Menjulur dari telapak hingga leher
Para eyang tak pernah beri tahu
Bahwa aku si penggelitik pikirannya

Salam salam untuk yang lalu
Meski tangan sebatas angin pemegang detik
Bersyukur pada luka yang tersungkur

Salam salam demi salam di kenang
Ketika sudah luluh riwayatnya
Mengambil ruh dalam diam
Meminta teman seperti lawan
Sekarang hijrah yang bercerita
Tentang fajar yang terkubur
Ah.. kita sudah hijrah




Bengkulu, 27 Februari 2015

Selasa, 09 Juni 2015

Jalan Berbahasa

Jalan Berbahasa
Oleh Eka Ratna Sari


Di jalanan tadi,
Setapak mengarahkan agar selalu di lewati
Sempat aku cari kumpulan rumput teki
Mereka mengoceh tanpa basa basi
Dalam sandinya, selalu membawa kunci
Sayang… pikun aku mengartikanmu lagi

Menemukan jejak kaki,
Langkah yang barusan aku lanjuti
Tersandung aku pada duri satu senti
Berhormat dia sampai kesini
Ucapannya sulit aku telusuri
Sayang… mencari makna aku alergi

Hingga perbatasan daerah ini
Kompas tak lagi mengarahi
Kami seolah saling membenci
Sikapnya mengurungkan niat hati
Sayang..  ciptakan kamus untuk aku terjemahi


Bengkulu, 02 Juni 2015